<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Peduli Konservasi Alam Indonesia - PEKA-INDONESIA.ORG &#187; hutan lestari</title>
	<atom:link href="http://www.peka-indonesia.org/tag/hutan-lestari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.peka-indonesia.org</link>
	<description>Konservasi, Yayasan, Foundation, Indonesia, Indonesia Foundation, Indonesia Conservation Foundation, Konservasi Hutan, Konservasi Alam Indonesia, Pendidikan Lingkungan, Pengembangan Masyarakat, Serangga, Penelitian Serangga, Insect Conservation, Insect Research, PEKA Indonesia Foundation, Peduli Konservasi Alam Indonesia Foundation</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Mar 2012 16:12:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Hutan, dari sekelumit telisik akan “kejatuhan” manusia di bumi</title>
		<link>http://www.peka-indonesia.org/community/hutan-dari-sekelumit-telisik-akan-%e2%80%9ckejatuhan%e2%80%9d-manusia-di-bumi/</link>
		<comments>http://www.peka-indonesia.org/community/hutan-dari-sekelumit-telisik-akan-%e2%80%9ckejatuhan%e2%80%9d-manusia-di-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 05:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[community]]></category>
		<category><![CDATA[Climate Changes]]></category>
		<category><![CDATA[hutan lestari]]></category>
		<category><![CDATA[illegal logging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.peka-indonesia.org/community/hutan-dari-sekelumit-telisik-akan-%e2%80%9ckejatuhan%e2%80%9d-manusia-di-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia turun ke bumi sebagai pengemban titah suci,. Sakral memang terasa amanat ini, dalam suatu lingkup dimensi spiritual. Dalam risalah Qur’an malaikat sempat memprotes diciptakanya manusia. “Manusia adalah mahkluk pembuat mala” kira-kira seperti itu malaikat berkata. Memang manusia jadi tercipta dan “terlempar “ ke bumi sebagai konsekwansi ulahnya sendiri, konon karena tidak kuat akan godaan melenakan dari iblis.
Bumi sebelum kehadiran mahkluk ini adalah ekosistem yang koheren, di mana keterjalinan setiap elemennya adalah desain yang “sempurna”. Hutan, sungai, laut dan gunung adalah “tata” dengan getar takzim yang selalu menyebutNya dengan frekuensi yang kita sulit untuk menginsafi. Bagitulah yang agung itu memenuhi bumi. Setelah “kejatuhan” manusia memang menjadi lain. “Laku” baru hadir dengan ritual dan alur yang tidak biasa.  Akal, dimensi asing, karena manusia saja yang memiliki, adalah anugerah sekaligus senjata, perangkat mengkonstruksi sekaligus mendekonstruksi apapun itu “tata” yang kurang atau dianggap tidak selaras. Barangkat dari sistem ini, sebenarnya represi terhadap alam sedang dimulai, laku dengan antroposentris tengah diperagakan hingga ribuan tahun. Ketegangan tercipta antara jumlah manusia yang terus meningkat dan sumberdaya alam yang terbatas.

]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.peka-indonesia.org/community/hutan-dari-sekelumit-telisik-akan-%e2%80%9ckejatuhan%e2%80%9d-manusia-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gajah di dunianya yang kecil</title>
		<link>http://www.peka-indonesia.org/conservation/gajah-di-dunianya-yang-kecil/</link>
		<comments>http://www.peka-indonesia.org/conservation/gajah-di-dunianya-yang-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nitawiyesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[conservation]]></category>
		<category><![CDATA[research]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversity]]></category>
		<category><![CDATA[hutan lestari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peka-indonesia.org/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Konflik antara satwa dengan manusia tidak terelakkan juga terjadi pada gajah. Permasalahan perebutan wilayah antara gajah dan manusia juga belum berakhir. Manusia mengklaim banyaknya kerusakan yang ditimbulkan oleh gajah. Di India menurut Prof.Raman Sukumar terjadi beberapa kasus  gajah-gajah yang memakan tanaman  pertanian seperti jagung dan padi. Karena merasa dirugikan oleh perilakunya, maka gajah-gajah banyak diburu untuk dibunuh, sehingga jumlahnya semakin berkurang.
Dalam seminar yang diselenggarakan Fahutan IPB dengan Peka Indonesia, beliau membeberkan beberapa hasil penelitiannya, diantaranya wilayah jelajah gajah yang semakin meluas, untuk menemukan makanan. Kawanan gajah yang jumlahnya semakin menurun, harus berjalan bermil-mil lebih jauh dibandingkan masa-masa sebelumnya. Hal ini karena wilayah hutan yang semakin sempit, tidak mencukupi kebutuhan makan mereka.

]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.peka-indonesia.org/conservation/gajah-di-dunianya-yang-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Pun Presidennya, Hutan Harus Lestari</title>
		<link>http://www.peka-indonesia.org/conservation/siapa-pun-presidennya-hutan-harus-lestari/</link>
		<comments>http://www.peka-indonesia.org/conservation/siapa-pun-presidennya-hutan-harus-lestari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 09:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[conservation]]></category>
		<category><![CDATA[hutan lestari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peka-indonesia.org/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA — Siapa pun presidennya, hutan Indonesia harus lestari. Itulah salah satu hal yang dibahas dalam Seminar Nasional Pemberantasan Penebangan Liar dalam Era Pemerintahan SBY-JK di Jakarta, Selasa (26/5).
Berdasarkan foto satelit, tercatat deforestasi pada 2002-2003 seluas 2,3 juta hektar. Namun, pada 2006-2007 luas deforestasi berkurang menjadi 1,2 juta hektar. "Pencapaian ini karena percepatan penanganan illegal logging berdasarkan Instruksi Presiden No 4 Tahun 2005 mengenai pemberantasan penebangan kayu secara ilegal," kata Andi Amir Husry, Ketua Tim Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi (Kormonev) Pemberantasan Penebangan Kayu secara Ilegal saat ditemui sebelum seminar.
Seminar yang dihadiri oleh perwakilan Menteri Kehutanan, Kapolri, ICW, Jaksa Agung, dan Hakim Agung ini diselenggarakan untuk mengevaluasi penerapan Inpres No 4/2005 dan memberikan rekomendasi terhadap pemerintahan baru dalam menyikapi penebangan kayu secara ilegal. Menurut Andi, hutan Indonesia diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. "Artinya, bagaimana memanfaatkan hutan untuk kepentingan masyarakat sekitar hutan dan tetap menjaga kelestarian," ungkap Andi.

]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.peka-indonesia.org/conservation/siapa-pun-presidennya-hutan-harus-lestari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

