Pemanasan Global Semakin Mengancam, Langkah Apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi pemanasan global ?
Fakta mengenai pemanasan global dan dampak semarak dibicarakan pada setiap negara, pemanasan global merupakan fenomena peningkatan suhu rata-rata pada atmosfer, laut dan daratan bumi Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Dampak Pemanasan Global
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Apa yang Dapat Dilakukan?
Menghadapi fenomena dalam perubahan iklim kita dalam melakukan partisipasi dalam usaha untuk mengurangi dampak dari pemanasan global, beberapa langkah nyata dan sederhana antara lain adalah dengan :
1. Pemakaian Energi Seminimal Mungkin
* Mematikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda stand by menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik yang berarti masih turut serta mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer.
*Memilih perlengkapan elektronik yang hemat energi.
2. Pengematan Penggunaan Air
* Mematikan kran saat menggosok gigi
* Menggunakan air bekas cucian sayur dan beras, atau air hujan untuk menyiram tanaman.
* Memperbaiki kran yang bocor dengan segera.
* Mandi dengan menggunakan shower karena mandi berendam merupakan cara mandi yang boros air.
* Menghindari penggunaan selang atau gunakanlah kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil/motor.
* Menyiram tanaman pada sore hari agar air mudah meresap kedalam akar.
* Biarkan rumput di halaman rumah tumbuh lebih tinggi karena hal ini akan mengurangi konsumsi air bagi tanaman
3. Mengurangi Timbunan Sampah
* Menghemat pemakaian kertas. Selalu menggunakan kertas di kedua sisinya dan menggunakan kembali amplop
* bekas atau membuat amplop dari kertas bekas. Jika kita hemat dalam menggunakan kertas berarti kita juga menghemat kayu dan mengurangi tumpukan sampah dari kertas.
* Selalu menggunakan prinsip ”3 R” (Reduce, Reuse, Recycle) dan melakukan penanaman tanaman (Replanting) di pekarangan rumah.
* Memilih produk yang dapat digunakan secara berulang kali.
* Jangan membeli produk yang menggunakan kemasan berlebihan.
* Membeli produk yang dapat didaur ulang atau produk daur ulang, misalnya tisu toilet, alat tulis dan lain-lain.
* Membawa kantong belanjaan sendiri atau gunakan plastik bekas pakai ketika berbelanja.
* Membeli barang dalam jumlah besar lebih menghemat pengepakan, uang dan transportasi.
4. Pengurangan Pencemaran Udara, Air dan Tanah.
*Membeli bahan makanan organik. Proses penanaman bahan-bahan makanan non organik menggunakan bahan kimia berbahaya, misalnya pestisida dan pupuk kimia. Selain berbahaya bagi kesehatan, bahan-bahan tersebut juga mencemari tanah dan air di sekitar pertanaman tersebut.
*Membeli/mengkonsumsi buah dan sayur yang sedang musim untuk mengurangi biaya transportasi. Import buah dan sayur yang tidak sedang musim membutuhkan transportasi yang brlebihan. Hal ini berarti penggunaan bahan bakar fosil lebih banyak, sehingga akan mengemisikan gas rumah kaca lebih banyak pula.
*Menggunakan produk pembersih yang biodegradable, sehingga bahan kimia yang terkandung, akan memberikan dampak minimal pada sistem tanah dan air kita.
Menggunakan transportasi publik, bersepeda atau berjalan kaki daripada menggunakan mobil untuk berangkat kantor.
*Jika berkendaraan untuk berangkat ke kantor, usahakan untuk berangkat bersama dengan teman yang tinggal berdekatan atau sekantor. Menggunakan satu mobil untuk beberapa penumpang akan lebih ramah lingkungan daripada menggunakan mobil masing-masing.

