Dua Gajah Binaan KSDA Bengkulu Mati Tertembak
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno berencana menjadikan Kebun Raya Kebun B inatang Gembira Loka dan sungai-sungai di Yogyakarta sebagai pilot project konservasi lingkungan yang berimbas pada penyerapan tenaga kerja atau green job.
“Saya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Air Kehidupan Indonesia, mau mencoba Yogyakarta sebagai pilot project konservasi sungai-sungai. Sumber daya alam Indonesia itu sebenarnya kalau di manajemen dengan baik, mulai dari pertanian, kehutanan, kelautan, dirgantara, mampu membuat republik ini makmur,” ujar Erman usai bertemu dengan pengelola Gembira Loka, Rabu (1/4).
Menurut Erman potensi Kebun Raya Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka yang dilalui oleh Sungai Gajah Wong sangat tepat untuk daerah konservasi, selain pariwisata dan pendidikan. Apalagi, selama ini KRKB Gembira Loka berfungsi sebagai paru-paru Kota Yogyakarta. Pepohonan yang berada pada lahan seluas sekitar 20 hektar itu juga mampu mengendalikan perubahan temperatur dan menyaring polusi yang terjadi akibat dampak perkembangan kota.
Mengenai green job yang dimaksud, Erman menjelaskan dapat dilakukan dengan cara mengelola bantaran sungai secara tepat . Misalnya, menanam pepohonan yang bisa digunakan untuk berteduh dan berwisata sehingga mampu menghidupkan potensi daerah sekitar. Yang lebih penting lagi harus ada inovasi dan kreativitas dari para pelakunya.
“Mengapa banyak pengangguran di negeri ini karena manajemen (sungai) ini tidak dikelola secara optimal. Kalau dikelola optimal tidak mungkin ada pengangguran. Seperti Gembira Loka, ketika saya tanya (pengelola) apakah karyawan ada yang di PHK (pemutusan hubungan kerja), ternyata tidak ada,” ujarnya.
Menurut Erman apabila sungai-sungai di Indonesia dikelola secara baik maka mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Dampak lainnya konservasi lingkungan daerah sekitar akan terjaga. Tidak justru menjadikan bencana. “Seperti situ (Gintung) yang baru kena bencana, sebenarnya fungsi strategisnya adalah mengamankan penduduk namun karena konservasi rusak maka akhirnya jebol,” ujar Eman.
Direktur KRKB Gembira Loka KMT A Tirtodiningrat mengatakan pihaknya menanyambut baik rencana itu. Sebelum Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi datang dan menyampaikan rencana, pihak KRKB telah memiliki rencana pengembangan fasilitas, seperti laboratorium alam maupun sirkuit untuk sepeda BMX. “Gembira Loka konsepnya adalah wisata dengan berapresiasi terhadap alam. Jadi, setiap kali kami membangun (fasilitas) secara oto matis berapresiasi terhadap alam,” ujarnya.
Mengenai tenaga kerja yang terserap, menurut Tirtodiningrat KRKB Gembira Loka secara tidak langsung telah mencipta banyak lapangan kerja. Pedagang kaki lima, misalnya, yang terdaftar mencapai 150 orang. Sedang jumlah warung hampir mencapai 100 buah. Belum lagi jika ditambah dengan petugas parkir atau mereka yang memanfaatkan peluang saat puncak kunjungan wisatawan.

