Category Archives: events
Burung dan Tumbuhan Obat di pertemuan JPL
Presentasi Adi Kristanto yang berjudul “Peranan ruang terbuka hijau bagi perkembangan burung di Jakarta” menuntut kepedulian audiens. Mewakili Bird Watch Community ia mengatakan bahwa ruang terbuka hijau kota Jakarta yang menjadi tempat tinggal, singgah dan mencari makan bagi berbagai jenis burung masih berada di bawah luas ideal yang seharusnya 30% dari total luas
wilayah Jakarta. Ruang terbuka Hijau seperti Monas, Hutan di Muara Angke dan wilayah hijau di sekitar condet dan Jakarta Selatan adalah beberapa yang tersisa untuk burung-burung.
Hewan yang diminati untuk dipelihara karena keunikan bulu, suara atau penampilannya ini semakin berkurang jenisnya. Berdasarkan data pengamatan dari Bird Watch Community, di wilayah pesisir Jakarta sedikitnya 6 jenis burung terancam punah. Jumlah ini akan terus bertambah apabila tidak ada tindakan yang nyata untuk mengatasi permasalahan ini.
Hidup Sehat dengan Produk Organik
Memperingati hari Lingkungan Hidup, pada Kamis 4 Juni 2009, RS Persahabatan yang menyatakan diri sebagai Green Hospital, menyelenggarakan Seminar yang berjudul “Healthy Life Trend”.
Seminar diawali dengan penjelasan tentang pola makan yang baik untuk kesehatan dan keindahan tubuh oleh dr.Paidon, penulis buku Fat Loss not Weight Loss. Para audiens yang kebanyakan ibu-ibu sangat menyukai materi yang sangat apik dan disampaikan dengan santai dan komunikatif. Sang dokter banyak memberikan tips dan trik untuk memilih bahan makanan yang cocok dan kegiatan yang mendukung pola hidup sehat.
Seminar dilanjutkan dengan pengenalan akan produk-produk organik yang disampaikan oleh Ibu Bibong dari Rumah Organik. Sebagai perwakilan dari konsumen produk organik, audiens diminta untuk dapat membedakan kualitas dari produk pertanian organik dengan produk pertanian konvensional. Hasilnya, sepakat bahwa produk organik memiliki keunggulan dari segi kualitas produk, rasa dan keamanannya karena tidak mengandung zat kimia tambahan yang biasanya tercampur melalui pupuk ataupun pestisida.
Sebuah Penghargaan bagi Pejuang Lingkungan
Dalam pemberian penghargaan Kehati Award, 26 Mei 2009, tampillah pejuang-pejuang lingkungan yang dengan gigih menjaga lingkungannya untuk tetap lestari. Aksi nyata mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan patut dihargai dan dilanjutkan.
Salah satunya adalah Prakarsa Lestari Kehati dimenangkan oleh Masyarakat Adat Hutan Wonosadi Gunung Kidul, DIY, yang berhasil menyelamatkan hutan adat seluas 25 Ha menjadi hutan yang hijau dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Upaya pelestarian melalui budaya dan kearifan masyarakat ini dirintis sejak 44 tahun yang lalu.
Belajar dari pengalaman ini, kita menyadari bahwa perbaikan kondisi lingkungan memerlukan waktu yang lama.Untuk itu menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggungjawab setiap bagian masyarakat dan amanah bagi tiap generasi. Banyak hal yang dapat dilakukan, contohnya para pemenang Kehati Award yang telah melakukan Pelestarian satwa langka penyu hijau di Pulau Luar, Pemafaatan Keanekaragaman Hayati sebagai obat herbal dan meningkatkan perekonomian, Mengembangkan pertanian ramah lingkungan, dan produksi batik dengan pewarna alami.
Pengetahuan etnobotani bagi Kelestarian Lingkungan
Istilah etnobotani dipahami sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari interaksi masyarakat dengan lingkungan hidupnya, khususnya tumbuhan. Tumbuhan memberikan manfaat yang begitu besar bagi manusia melalui berbagai khasiat yang dimilikinya, mulai dari kandungan nutrisi, hingga kedahsyatan metabolit sekunder yang dihasilkan baik untuk kesehatan (obat-obatan), pakan ternak, dan pestisda botani. Pengetahuan manusia tentang manfaat tanaman ini sebenarnya telah dimulai sejak berabad-abad lalu dan diturunkan kepada anak cucu hingga sekarang. Bahkan bidang kedokteran saat ini juga telah banyak mengembangkan obat-obatan yang berasal dari senyawa yang dihasilkan tanaman.
Namun demikian, dari sekian banyak manfaat tanaman, baru sedikit yang diketahui dan dimanfaatkan luas oleh masyarakat. Beberapa yang sangat terkenal diantaranya obat-obatan tradisional masyarakat Jawa Klasik, yang kemudian banyak dikomersialkan menjadi berbagai jenis obat herbal. Sebenarnya pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman yang masih belum banyak digali adalah kearifan tradisional masyarakat asli daerah tertentu yang tidak banyak berinteraksi dengan modernisasi. Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan ini, biasanya diketahui secara turun temurun dan bersifat sebagai pengetahuan lokal sehingga menjadi ciri dari suatu masyarakat tradisional. Seiring dengan percepatan modernisasi yang telah menyentuh daerah masyarakat tradisional, sangat penting untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal ini agar tetap lestari dan tidak hilang seiring dengan laju gaya hidup kota yang sedikit banyak telah mempengaruhi generasi muda dari masyarakat tradisional.
Mengenalkan Anak Pada Lingkungan
Pengenalan anak terhadap lingkungan di sekitarnya dengan mendekatkan keanekaragaman penghuni alam pada anak-anak mulai ditumbuh-kembangkan. Salah satunya adalah melalui acara pameran interaktif yang digelar di SD Bogor Raya, Kamis, 22 April lalu. Kegiatan ini dibangun dalam rangka memperingati hari Bumi dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai dari anak-anak, guru, orang tua siswa, dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Hampir seluruh warga sekolah ini menggunakan ”dresscode” warna hijau, dinding ruang makan siswa dihiasi dengan lukisan yang bertema lingkungan hasil karya para siswa dan siswi. Dalam kesempatan ini beberapa LSM mengambil bagian dengan memperkenalkan kegiatannya kepada siswa – siswi , diantaranya RMI, Greenpeace Indonesia, Uni Konservasi Fauna, Borneo Orangutan Survival (BOS), Matoa dan beberapa kelompok penghasil produk daur ulang.
Balad Kuring Kabupaten Bogor
Sabtu 30 Mei 2009, Cibinong, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar acara Balad Kuring yang dilakukan serentak di Seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Barat. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Bogor, di Jalan Tegar Beriman yang bebas kendaraan bermotor (car free) dan diisi dengan jalan santai dan sepeda santai. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran pemerintah kabupaten bogor melibatkan beberapa LSM lokal seperti Peka Indonesia, Jejak, IISES, dan PILI.
Kampanye Tentang Adaptasi dan Mitigasi Pemanasan Global
Green Festival, Botani Square 11-26 April 2006.
Pemanasan global telah menjadi isu penting yang hangat diperbincangkan. Perubahan iklim merupakan dampak dari pemanasan global yang bisa dirasakan oleh penduduk dari berbagai penjuru dunia. Akibat nyata dari perubahan iklim yang sangat dirasakan adalah musibah banjir, kekeringan, dan timbulnya berbagai wabah penyakit. Oleh karena itu tema yang diangkat dalam Green Festival untuk memperingati hari bumi 22 April adalah Pemanasan Global: Mitigasi dan Adaptasi. Green Festival ini diselenggarakan oleh . Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) dan Botani Square mulai tanggal 11-26 April 2009 di lantai 3 Mal Botani Square. Termasuk dalam rangkaian kegiatan Green Festival adalah pameran LSM lingkungan, Diskusi, Pemutaran film lingkungan dan Pentas Seni.
Peka Indonesia sebagai anggota JPL, berperan aktif dalam pameran Green Festival dengan membuka stand yang memaparkan informasi tentang edukasi, promosi, dan fasilitasi.
Edukasi berisikan informasi lingkungan yang menjadi kerja Peka Indonesia. Salah satunya informasi hasil penelitian keanekaragaman serangga dan katak. Dalam pameran ini dipamerkan spesimen penelitian yang ditata dengan baik sehingga menarik minat pengunjung untuk mengetahui tentang spesimen tersebut. Dalam kesempatan itu kami terbuka untuk diskusi dan tanya jawab seputar masalah lingkungan dan penelitian serangga-katak. Informasi ini penting untuk menambah wawasan pengunjung karena Global Warming tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada hewan kecil yang sering diabaikan seperti serangga dan katak.
Dede Yusuf Tebar Ikan Kampanyekan Balad Kuring
BOGOR – Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf terus mengkampanyekan Balad Kuring sebagai gerakan prolingkungan di Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkannya saat menebar ribuan bibit ikan di Danau Situ Gede di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin (25/5).
Dede Yusuf menjelaskan, Balad Kuring, yang dalam bahasa Indonesia bermakna sahabat atau teman saya atau kita, merupakan program penyelamatan lingkungan di seluruh Jawa Barat, yang bukan program pemerintah atau kepemerintahan. Balad Kuring lahir dari forum masyarakat pemerhati dan pencinta lingkungan, khususnya mayarakat dan lingkungan Jawa Barat.
“Balad Kuring adalah forum bersama untuk kita semua sadar dan peduli pada lingkungan. Konsepnya seperti organisasi Green Peace-lah, tapi ini ala Jawa Barat,” kata Dede. Pada kesempatan itu, ia bersama Wali Kota Bogor Diani Budiarto menebar bibit ikan nila sebanyak 100 ribu di Danau Situ Gede.


