Category Archives: climate change
Kampanye Tentang Adaptasi dan Mitigasi Pemanasan Global
Green Festival, Botani Square 11-26 April 2006.
Pemanasan global telah menjadi isu penting yang hangat diperbincangkan. Perubahan iklim merupakan dampak dari pemanasan global yang bisa dirasakan oleh penduduk dari berbagai penjuru dunia. Akibat nyata dari perubahan iklim yang sangat dirasakan adalah musibah banjir, kekeringan, dan timbulnya berbagai wabah penyakit. Oleh karena itu tema yang diangkat dalam Green Festival untuk memperingati hari bumi 22 April adalah Pemanasan Global: Mitigasi dan Adaptasi. Green Festival ini diselenggarakan oleh . Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) dan Botani Square mulai tanggal 11-26 April 2009 di lantai 3 Mal Botani Square. Termasuk dalam rangkaian kegiatan Green Festival adalah pameran LSM lingkungan, Diskusi, Pemutaran film lingkungan dan Pentas Seni.
Peka Indonesia sebagai anggota JPL, berperan aktif dalam pameran Green Festival dengan membuka stand yang memaparkan informasi tentang edukasi, promosi, dan fasilitasi.
Edukasi berisikan informasi lingkungan yang menjadi kerja Peka Indonesia. Salah satunya informasi hasil penelitian keanekaragaman serangga dan katak. Dalam pameran ini dipamerkan spesimen penelitian yang ditata dengan baik sehingga menarik minat pengunjung untuk mengetahui tentang spesimen tersebut. Dalam kesempatan itu kami terbuka untuk diskusi dan tanya jawab seputar masalah lingkungan dan penelitian serangga-katak. Informasi ini penting untuk menambah wawasan pengunjung karena Global Warming tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada hewan kecil yang sering diabaikan seperti serangga dan katak.
2100 Bumi Akan Panas Sekali
COLORADO, KOMPAS.com — Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru.
Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es laut Kutub Utara dan tanah beku serta kenaikan mencolok permukaan air laut, dapat dihindari.
Studi tersebut, yang dipimpin oleh beberapa ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR), direncanakan disiarkan pekan depan di dalam Geophysical Research Letters. Penelitian itu didanai oleh Department of Energy dan National Science Foundation, penaja NCAR.
Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Perubahan Iklim IPCC
JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional mengenai perubahan iklim yang digelar Panel Internasional tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada Oktober mendatang. Sekitar 500 ilmuwan dan pakar iklim dari berbagai negara akan berpartisipasi dalam petemuan tersebut.
Menteri Perubahan Iklim Dewan Nasional Agus Purnomo mengatakan bahwa rapat IPCC akan menjadi moment penting bagi Indonesia untuk meyakinkan dunia tentang peran laut dalam menangani perubahan iklim. Pertemuan tersebut akan menjadi ajang promosi bagi Indonesia untuk menawarkan pemanfaatan laut sebagai alternatif menekan emisi global.
“Kami akan mencoba untuk mempromosikan isu-isu kelautan IPCC pada pertemuan ilmiah tersebut. Mudah-mudahan, mereka akan mempertimbangkan dalam agenda mendatang, “Agus kepada wartawan hari Selasa. Dia menambahkan bahwa Indonesia perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai peranan laut pada perubahan iklim agar dapat dilaporkan kepada forum IPCC.
Conservation of Flora and Fauna
“CONSERVATION OF FLORA AND FAUNA IN THE MIDDLE OF
GLOBAL WARMING AND CHANGING CLIMATE”
Indonesian Miniature Garden, Jakarta- Indonesia , 22nd of January 2008
Global warming and climate change has become a global issues and concern within the regional and international levels. In the context of national scope, this issues had grew stronger after Indonesia had been selected to become host of the 13th Conference of the Party to the United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC COP 13). The venue took place in Denpasar, Bali. Our earth has already experienced the phenomena of global warming and climate change which leads to hazardous climate events. The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) has released numbers of reserch which has proved that the earth are warming and climate are changing. The IPCC is an independent scientific body under the UNFCCC.
The phenomena of hazardous climate events has an enormous impact to the environment and human livelihood. Global warming and unpattern climate changes threatened farming for food security, clean water availability, human and ecosystem health. Global warming also threatened the existence of small island nations because of the rising of sea level. Eventhough climate changes has become global issue, but there are still many communities around the world who has not known and understand what is global warming and climate changes. Many of us living in developing countries are limited to information on global warming and climate changes. For many developing countries like Indonesia, efforts to develop public awareness on global warming and climate changes are urgently needed in order to enhance public understanding on the issues. In the efforts of spreading awareness on global warming and climate change, Peka Indonesia collaborating with IISES and TMII conducted one day seminar on global warming and climate change. The seminar was conducted on January 22nd 2007 in Indonesian Miniature Garden, Jakarta with seminar theme Conservation of Flora and Fauna in the middle of changing climate and global warming The aim of this one day seminar is to spread out informations on global warming and climate change to the public especially for the staffs of Indonesian Miniature Garden. Participants will received informations on the effect of global warming to the existence of biodiversity, how we can contribute to minimize carbon emission, and how we can actively involve in the conservation of our nature environment. Thus we can minimize the effects of global warming. On this one day seminar, we invited Dr. Sony Keraf (former minister of environment) as a key note speaker. Dr Keraf gave presentation on the science of global warming and climate change and efforts initiate by countries in the world to adapt to climate change. We also invited 5 other speaker to give prensentation on this seminar, they are, Dr. Suryo Wiyon (Department of Agriculture, IPB), Kuswandono (Gede Pangrango National Park), Dr. Rosicon Ubaidilah (Indonesian Institute of Science), and Arif (Pelangi Foundation). These five speaker gave presentations on the topic of global warming and its effect to the earth environment, effect of global warming to flora and fauna, socializing the result of UNFCCC Bali 2007, and opportunity for public involvement to reduce the effect of global warming. The seminar was attended by 150 participant, mostly from staffs of Indonesian Miniature Garden and several from public in general. We sees that forum-forum seminar like this are still needed in order to spread out the information on global warming and climate change. We envision that through good understanding, the public will increase their awareness toward global warming and will initiate an action to contribute on reducing carbon emission, thus minimalizing the hazardous effects of global warming and climate change.

